Penyuka Tahu Goreng Panas & Kanan Luar Gesit Telah Tiada
Oleh: Beny Ule Ander
Warga Ikada Bali dikejutkan dengan berita duka Ka’e Donatus
Bu’e menghembus napas terakhir di RS Graha Asih Kuta, Senin malam 05 Desember 2011.
Dalam rasa tak percaya akan kabar Ka’e Donatus Bu’e meninggal,
saya bergegas ke Brawa menjemput saudari saya Ka’e Maria Meo. Maklum kami satu
kampung bersama almarhum, Turekisa dan selama ini sangat dekat sekali. Lalu
kami berangkat ke RS Graha Asih Kuta. Sampai di sana, kami dapat kabar benar
ada orang Bajawa meninggal atas nama Donatus Bu’e. Jenasah sudah disemayamkan
di TPJ Mumbul, Nusa Dua.
Saya tak kuasa menahan air mata. Begitu juga Ka’e Mia Meo
yang seketika pecah tangisannya. Dengan dada terasa sesak, kami pun melanjutkan
perjalanan ke TPJ Nusa Dua. Di sana sudah banyak orang tumpah ruah datang dari
berbagai pelosok Denpasar dan Badung.
 |
Adriano Toda dan Ibu Marselina Killa |
|
 |
Alex Bajawa disamping Aldo |
|
|
Kenapa saya begitu tak percaya dengan berita kematian Ka’e Natus? Karena sehari
sebelumnya saya sempat singgah di rumahnya sebelum mengikuti arisan kelompok
Mataraga di rumah Niko Meo di Ungasan.
Sabtu malam lalu, almarhum sempat menelpon saya di waktu
tengah malam. Kami ngobrol begitu lama sekedar bertanya kabar. Ini hal yang tak
biasa. Saya pun tak punya firasat apapun. Ditambah lagi pada hari Kamis, almarhum singgah ke
rumah kontrakan saya di Pulau Bungin, Denpasar dan meminta menu istimewa
kesukaannya. Apalagi kalau bukan tahu goreng panas. Ternyata itu adalah kali terakhir almarhum berkunjung ke
rumah saya.
Saya teringat saat itu juga almarhum mengatakan menyesal
belum pernah berkunjung ke rumah baru Om
Ambros Tena dan Mama Lina Killa di Sesetan. “Dari mereka pindah rumah baru,
saya belum sempat ke sana,” ujarnya.
Ternyata itu semua ada pratanda bahwa jiwanya telah pamit tanpa
saya sadari. Saya sangat dekat dengan almarhum di dunia bisnis jaringan. Selama
ini kami berupaya mencari momentum bisnis yang kiranya tepat untuk alternatif income.
Saya berkarir jurnalis dan Ka’e Natus bekerja di perusahaan instalasi listrik
swasta.
Almarhum meninggalkan istri dan tiga orang anak. Misa
pelepasan jenasah dan penguburan langsung dipimpin Romo EvensiusDewantoro, Pr pastor paroki
Maria Bunda Segala Bangsa Nusa Dua. Ini karena almarhum sangat aktif di
berbagai kegiatan gereja.
Sementara warga Ikada Bali tumpah ruah datang memberikan penghormatan terakhir
dan mengantar Ka’e Natus ke tempat peristirahatan terakhir di Pekuburan Katolik
Mumbul Nusa Dua pada pukul 15.00 Wita, Selasa, 6 Desember 2011.
 |
Agus Lobo, Yusdi Diaz dan Rm Venus |
|
 |
Valerian Libert Wangge, SH ikut hadir |
|
 |
Ketua Wuamesu Ende Marsel Paga |
|
Ketua Ikada Bali Agus Lobo dalam sambutannya yang disaksikan
Ketua Umum Flobamora Bali Yusdi Diaz mengakui partisipasi aktif almarhum dalam
berbagai kegiatan sosial Ikada Bali selama ini. “Ribuan pelayat dari berbagai
kalangan membuktikan pergaulan sosial yang begitu luas dari almarhum semasa
hidupnya. Ikada sungguh merasa kehilangan seorang penggerak berbagai kegiatan
Ikada. Almarhum tidak memberikan sumbangan materi tetapi memberikan waktu dan
kehadirannya buat Ikada Bali. Ini semua contoh dan keteladanan bagi kita warga
Ngada yang masih hidup,” ujar Agus Lobo.
Sementara Ketua Flobamora Bali Yusdi Diaz mengatakan pembuktian kualitas kehidupan seseorang dapat kita lihat saat orang itu meninggal dunia. "Dari almarhum Donatus Bu'e kita melihat bahwa pasti selama hidupnya pergaulan sosial sangat bagus dengan siapa saja. Terbukti banyak orang hadir mengantarnya. Ini hal yang luar biasa. Almarhum orang hebat," sebut Yusdi Diaz.
Dan saya sendiri sangat aktif di Ikada Bali berkat bimbingan
dan dorongan dari Kae Donatus Bu’e dan Om Herman Rema. Mereka adalah penggiat
dan selalu mengajak orang-orang Bajawa untuk bergabung dengan Ikada Bali.
Terima kasih banyak Ka’e Natus.
Selamat jalan Ka’e Natus. Opereter dan terkenal sebagai penari ja'i halus andalan Ikada Bali. Canda
tawa dan kegesitanmu sebagai pemain kanan luar dalam turnamen Ikada Cup selalu kami kenang. Semoga bahagia di alam sana. Surga
menantimu. Semoga Ka’e Isa, Ansi, Aldo dan nona serta keluarga diberikan
ketabahan.
Video pemakaman Donatus Bu'e kelahiran Turekisa 18 September
1969 dan meninggal di Denpasar, Senin 5 Desember 2011.
Dimakamkan di Pemakaman Katolik Mumbul, Nusa Dua yang
dihadiri oleh ribuan pelayat.
Posting Komentar
Click to see the code!
To insert emoticon you must added at least one space before the code.