Herman Rema
Kaget dan sedih….itulah perasaan kami warga Ikada (Ikatan Keluarga Ngada) Bali ketika mendapat kabar Om Herman Rema tutup usia di RS Sanglah, malam Jumat 15 Agustus 2014. Bagi kami, warga Ngada diaspora, sosok pria kelahiran Ruto, Aimere dikenal sebagai figur yang sangat aktif dalam kegiatan organisasi suka duka IKADA.Sekum Ikada Bali Beny Ule Ander mengisahkan pertemuan terakhirnya bersama almarhum. “Terakhir kali, malam Selasa kemarin (12/8), saya berjumpa almarhum di RS Sanglah mengurus pemulangan jenasah warga Ikada asal Langa. Saat semua pelayat mengantar jenasah ke Nusa Dua, tinggal kami yang terakhir, para pengurus organisasi suka duka Ikada. Saya dan almarhum om Herman Rema bersama istrinya yang berasal dari Tampak Siring, Gianyar, pulang paling akhir,” tulisnya di akun Facebooknya.
Keesokan harinya, saya mendapat pesan singkat (sms) bahwa Om Herman sakit stroke dan dirawat di RS Sanglah. Kabar yang saya dengar bahwa almarhum kelelahan. Dan, malam Jumat, saya mengunjunginya di rumah sakit Sanglah. Almarhum tak sadarkan diri….Saat saya dalam perjalanan pulang ke rumah, beliau menghembuskn napas terakhir.
Jenasah almarhum dimakamkan di kampung halamannya, Aimere, Flores, NTT. Selamat jalan Bapak Ersan. Terima kasih…engkau tak henti-hentinya rutin memotivasi kami untuk selalu aktif dalam kegiatan organisasi Ikada.
Setelah anak-anak muda mulai aktif, engkau pergi mendahului kami ke rumah Allah Bapa Surgawi. Terima kasih atas rajutan kebersamaan yang terjalin selama ini. Semoga jiwamu bersatu dengan Sang Pencipta di alam sana. Kiranya keluarga yg ditinggalkan diberikan penghiburan dan kekuatan iman!
Selamat jalan loyalis Ikada Bali Bapak Herman Rema!!!!
Posting Komentar
Click to see the code!
To insert emoticon you must added at least one space before the code.