Sumba Timur, adalah salah satu Kabupaten dari 21 kabupaten/kota di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Kabupaten yang kini dipimpin Bupati Gidion Mbilijora merupakan satu dari empat kabupaten di Pulau Sumba, pulau yang dijuluki ‘sandlewood’ oleh pelancong yang mengaguminya.
Seperti diketahui, seiring dengan lahirnya UU Otonomi daerah, pemekaran wilayah terjadi hamppr di seluruh wilayah Indonesia. Dan NTT pun tak mau ketinggalan. Eforia pemekaran pun melanda NTT, bahkan sampai detik-detik terakhir ini. Pulau Sumba, yang sejak tahun 1958 hanya dibagi dalam dua wilayah administrasi yakni Kabupaten Sumba Timur dan Kabupaten Sumba Barat, kini menjadi empat Kabupaten. Kabupaten Sumba Barat, yang luas wilayahnya jauh lebih sempit dibandingkan dengan wilayah Kabupaten Sumba Timur justru memekarkan diri dan melahirkan dua kabupaten baru yakni Kabupaten Sumba tengah dan kabupaten Sumba barat daya.
Masalah pemekaran wilayah di NTT mungkin akan terus terjadi. Wacana pemekaran Kabupaten Belu menjadi dua kabupaten dengan melahirkan Kabupaten Malaka, konon saat ini ada dalam pembahasan DPR. Demikian juga wacana pemekaran kabupaten Flores Timur dengan melahirkan kabupaten baru yakni Kabupaten Adonara juga terus menghangat. Dan Sumba Timur sendiri, wacana pemekaran kabupaten pun sudah bergulir sejak tiga tahun silam. Banyak pihak menilai, Sumba Timur memang layak dimekarkan menjadi tiga daerah otonomi yakni Kota Waingapu, Kabupaten Sumba Timur dan Kabupaten Sumba Timur Utara. Pemekaran wilayah Sumba Timur ini pernah menjadi topic ‘omong-omong’ masyarakat Sumba Timur sebelum iklim politik Pemilukada daerah itu menghangat. Kini masyarakat lebih sibuk ‘omong-omong’ tentang Sumba imur lima tahun ke depan, siapa yang akan menjadi nahkodanya.
Sumber Sumba News di Waingapu melaporkan, saat ini, tak ada topic yang lebih menarik untuk ‘diomongkan’ oleh masyarakat selain Pemilukada terutama siapa yang bakal keluar sebagai Sang Pemenang dalam perhelatan politik Pemilukada pada Juni 2010 mendatang.
Yang diomongkan rakyat Sumba Timur, memang sejumlah ‘litania’ indah tentang Sumba Timur lima tahun ke depan. Rakyat menghendaki rakyat Sumba Timur tidak kekurangan pangan. Artinya laju pertumbuhan ekonomi Sumba Timur harus bisa mengangkat derajat hidup masyarakat secara ekonomis untuk lebih pantas dari yang sekarang ini. Artinya, rakyat mengharapkan ada perubahan pada aspek perekonomian di Sumba Timur, khususnya ekonomi kerakyatan. Ini tidak berarti bahwa pertumbuhan ekonomi dalam lima tahun terakhir tidak menggembirakan. Maksudnya, jika saat ini pertumbuhan ekonomi sudah lumayan baik maka lima tahun ke depan harus lebih baik lagi. Jika PAD tahun 2009 kemarin, misalnya hanya Rp 10 milyar maka tahun 2010 naik, tahun 2011 naik lagi dan terus mengalami kenaikan. Itu artinya adalah perubahan.
Yang diomongkan rakyat Sumba Timur saat ini adalah soal biaya pendidikan yang terus membumbung tinggi sementara mutu pendidikan anjlok. Bupati Gidion Mbilijora memang sudah memrogramkan adanya ‘sekolah gratis’ bagi beberapa jenjang sekolah, tetapi pakaian seragam, buku-buku, uang les, uang lain-lain belum gratis dan masih menjadi beban bagi orang tua. Dalam lima tahun ke depan, yang rakyat impikan adalah sekolah memang benar-benar gratis. Tetapi yang lebih penting adalah, rakyat menghendaki adanya peningkatan kualitas pendidikan. Salah satu factor pendukung meingkatkan kualitas pendidikan adalah sarana belajar. Gedung sekolah hasil pembangunan jaman Orde Baru kini mulai kropos. Jadi perlu dibangun baru.
Yang diomongkan rakyat Sumba Timur saat ini adalah biaya kesehatan yang nyaris tak terjangkau. Memang ada kebijakan dari pemerintah untuk pengobatan gratis. Tapi jumlah dokter sangat terbatas. Jumlah paramedic pun masih sedikit. Di desa-desa terpencil belum ada Puskesmas dan belum ada tenaga medis. Jadi yang mereka rindukan adalah ada pemerataan di bidang pelayanan kesehatan di seluruh wilayah Sumba Timur.
Memang, saat ini, banyak hal yang diomongkan oleh rakyat Sumba Timur. Sekaligus mereka juga memuntahkan seluruh uneg-uneg. Harapan mereka, tentu saja untuk didengar oleh pihak-pihak yang terkait. Tapi dari semua topic ‘omong-omong’ yang paling menarik adalah ‘siapa pantas’ menjadi pemimpin Sumba Timur lima tahun ke depan? Sumba Timur, dengan kondisi dan tantangan yang benar-benar menantang memang memerlukan pemimpin yang sudah berpengalaman, sudah tahu mau-maunya Sumba Timur, sudah memahami harapan dan kebutuhan masyarakat Sumba Timur. Lalu siapa?
Posting Komentar
Click to see the code!
To insert emoticon you must added at least one space before the code.