Selamat Menapak Tahun Baru 2018
Inspirasi selalu
bernyanyi; karena inspirasi tidak pernah menjelaskan! (Paul Amalo).
Waktu dalam ruang imajinasi adalah gudang yang setia
menampung barisan ide. Serba luas, tanpa kapasitas dan setiap orang bebas
menghapusnya hanya dengan lupa.
Di sana juga kita dimanjakan untuk menyimpan
bayang-bayang kelepasan hidup. Impian kesuksesan dipahat dengan semangat kerdil
yang tertatih-tatih. Setiap kita bebas menabur mimpi-mimpi “terkotor” hingga
“tersuci” di alam khayal. Mungkin tentang sekeping keenakan hidup tanpa ternoda
keringat susah payah. Atau harapan yang membara meraba-raba kerinduan hati yang
tak pernah terpenuhi di ruang kesadaran.
Waktu dalam bilik imajinasi selalu penuh dengan ekspresi
instant diri ideal. Itulah sisi lain “waktu” sebagai “bintik-bintik sejarah”
yang menguap tanpa menjelma jadi fakta. Kekecewaan mencengkram pribadi-pribadi
yang menganggap barisan impian tak lebih dari dongeng.
Ketidakmengertian misteri waktu menyeruak hadir saat kita
coba mengartikan waktu sebagai perjalanan hidup. Waktu adalah kesadaran! Hidup
menjadi berarti ketika manusia sadar “orgasme spiritual” adalah penemuan indah
jati diri manusia. Gairah mengumbar hawa nafsu badani hanyalah mengotori waktu
hidup yang amat pendek. Bahkan merusak waktu hidup yang indah. Sayang semua
orang perlu waktu untuk menyadari hidup adalah berbagi hati, empati dan kasih.
Spirit memaknai waktu inilah yang kerap hilang saat warga
dunia merayakan pergantian tahun. Waktu dengan amat rendah disanding dengan
keinginan manusiawi. Padahal hasrat insani dimatangkan dalam parade waktu.
Semoga kita tidak terbuai dalam kemeriahan pesta tahun baru tanpa meluangkan
waktu merefleksikan tujuan hidup hakiki.
Manusia lahir dan bertumbuh dalam waktu. Kitapun jatuh
cinta dan merasakan kehangatan pelukan penuh kasih sayang tidak setiap waktu!
Sewaktu-waktu kegelisahan dan rintihan batin dalam pagutan kepahitan hidup akrab menghampiri
manusia.
Makna waktu hanya ditemukan mereka yang membiarkan
inspirasi selalu bernyanyi, karena inspirasi tidak pernah menjelaskan. Kita
menyanyikan syair Indonesia yang makmur. Umat Allah menapak tangga kuil dengan
perut terisi. Saudara kita sujud bersyukur dengan badan bugar. Dan, teman
terdekat duduk bersila dengan wajah tenang karena isteri anaknya hidup
sejahtera.
Mari kita gunakan waktu hidup yang terus bergulir untuk
membuat hidup jadi makin bermakna. Karya jadi amal dan doa jalan penuntun hidup
kita. Tahun 2017 adalah sejarah dan kita selalu siap dengan penuh syukur menempuh hidup baru di
TAHUN BARU 2018!
Posting Komentar
Click to see the code!
To insert emoticon you must added at least one space before the code.