GuidePedia

0

Oleh-Oleh Dari Sinode IV Keuskupan Denpasar (1)

GUBERNUR Bali, Made Mangku Pastika bangga dengan kerukunan hidup umat  beragama di Bali. Ini berkat komitmen seluruh komponen masyarakat Bali termasuk umat Katolik. Ia meminta  agar umat katolik di Bali tidak eksklusif  sebab  sikap itu tidak mencerminkan sikap hidup Yesus Kristus yang sangat inklusif.
        Menurut Gubernur Pastika Sinode IV yang berlangsung selama lima hari mengangkat tema “Menjadi Gereja yang Beriman Tangguh, Mandiri dan Mampu Bersaksi Dalam Masyarakat yang Majemuk”. “Temanya sangat bagus sekali. Sekarang banyak tantangan dan gereja harus memberi jalan. Meski hanya kawanan kecil, tapi kontribusinya luar biasa karena orangnya hebat-hebat semua. Kontribusi jangan dilihat dari kuantitasnya tapi kualitas,” kata Mangku Pastika saat menyampaikan sambutan pada Pembukaan Sinode IV Keuskupan Denpasar, Minggu sore 26 November 2017  lalu.
       Mangku Pastika  yang tampak tak kikuk berada di altar Gereja Maria Bunda Segala Bangsa Nusa Dua  ini menekankan saat ini, Bali sedang mengalami transformasi sosial budaya, baik karena faktor eksternal maupun internal. Fenomena ini  tentu berpengaruh pada eksistensi  kerukunan hidup umat beragama. Berbagai nilai modernitas yang berkembang sangat berpotensi menimbulkan gangguan dan ancaman terhadap keharmonisan dan kerukunan umat beragama di Bali. “Salah satunya adalah sikap eksklusif. Sikap ini harus dihindari karena akan menjauhkan seseorang atau kelompok, bahkan umat beragama dari lingkungan sosial,”ujarnya.
        Mantan Kapolda NTT ini menyambut baik dan mengapresiasi Sinode IV Keuskupan Denpasar sebagai wahana strategis untuk mengevaluasi program pembinaan umat. Sekaligus merumuskan program lima tahun ke depan. “Mari terus kita tumbuhkan budaya hidup menyama braya, budaya hidup bersaudara dalam perbedaan karena jika perbedaan itu dikelola dengan baik akan muncul harmoni, kedamaian, kerukunan dan akhirnya memberi manfaat besar bagi kesejahteraan umat,”tandas Mangku Pastika.
       Gubernur memuji tema Sinode IV yang disebutnya sebagai sebuah rumusan tema yang  sangat bagus. Tema Sinode IV Keuskupan Denpasar  adalah "Menjadi Gereja yang Beriman Tangguh, Mandiri dan Mampu Bersaksi Dalam Masyarakat Majemuk". Gubernur katakan tema ini menunjukkan bahwa  umat katolik mampu menjaga kerukunan  dengan menghargai  kemajemukan  dalam masyarakat."Saya kagum pada umat katolik, meskipun kawanan kecil di Bali tetapi karya-karya benar-benar nyata", ujarnya.
       Untuk diketahui  Sinode IV Keuskupan Denpasar diselenggarakan dari Minggu 26  November 2017  sampai dengan Kamis 30 November 2017 bertempat di Gereja Maria Bunda Segala Bangsa  Nusa Dua. Sinode ini dihadiri oleh Bapa Uskup Denpasar Mgr. DR. Silvester San,Pr, para imam yang berkarya di Keuskupan Denpasar, para suster, umat utusan paroki dan utusan kelompok kategorial.  ***



Posting Komentar

Emoticon
:) :)) ;(( :-) =)) ;( ;-( :d :-d @-) :p :o :>) (o) [-( :-? (p) :-s (m) 8-) :-t :-b b-( :-# =p~ $-) (b) (f) x-) (k) (h) (c) cheer
Click to see the code!
To insert emoticon you must added at least one space before the code.

Aktivitas Warga Ikada Bali

 
Top