Catatan Akhir Tahun
Oleh: Fransiskus Xaverius Doy*
 |
Fransiskus Xaverius sedang diwawancari Net TV terkait dampak erupsi Gunung Agung terhadap pariwisata Bali. |
Perlu kita menaikan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa,
Maha Agung, Maha Mulia, penguasa hidup dan kehidupan atas tuntunan dan berkah
atas kita semua sehingga kita masih diberikan helaan napas untuk ikut merasakan
suasana pergantian tahun 2017 ke 2018.
Judul di atas sangat pantas untuk disematkan dan saya kira
kita semua yang tergabung dalam payung sukaduka IKADA BALI ataupun mereka yang
pernah merasakan Perbuatan KASIH tanpa syarat dikala duka perlu mengangkat topi
untuk itu. Namun saya tidak perlu menceriterakan / menyebut apa apa saja yang
pernah atau selalu dilakukan oleh IKADA BALI dalam realita kehidupan
bermasyarakat perantauan kerena itu akan bertentangan dengan “PERBUATAN KASIH
YANG TANPA SYARAT ITU”.
 |
Bersama senior Ikada Bali Babo Bone Reza dan Fredy Nono |
|
 |
Mengenakan busana adat Bajawa di kantor |
|
Di sini saya ingin mengajak kita semua untuk lebih realistis
memaknai eksistensi IKADA BALI itu sendiri. IKADA BALI tentu saja lahir dari
kesamaan Visi dan Misi para pendahulu yang pada hakekat bulatnya untuk mempererat
tali silahturahmi sesama masyarakat seasal di perantauan. Lalu kemudian dalam
pendekatan pelayanan, terbentuklah sub-sub unit di bawah naungan Payung IKADA
BALI yang awal mula hanya dikhususkan bagi warga seasal, namun kian berkembang
mengikuti arus demokrasi kini siapapun bisa bergabung di Sub Unit mana saja
dengan catatan terdaftar dan memenuhi kewajiban admistratifnya.
 |
Usai tarian ja'i massal di Discovery Shopping Mall Kuta bersama sesepuh Bpk Alo Rani, Lorenzo Ture, Yopie Rande dan Mathias Rema Esy |
Mereka adalah Sub
Unit BOBA, LOBOBUTU, LOKA SO’A, LBBM, GOLEWA, AIMERE, IKJ JEREBUU, INERIE UNITED. Kedepannya akan
terus bertambah sub unit baru sebagai bias dari semakin banyaknya masyarakat
perantau asal Ngada di Bali. Ketika berbicara tentang IKADA BALI kita berbicara
tentang SUB UNIT karena sesungguhnya IKADA BALI adalah SUB UNIT-SUB UNIT itu
sendiri.
Sering dari kita belum memahami secara benar. Masih banyak diantara
kita masih memisahkan antara IKADA BALI dan SUB UNIT. Kadang kita menuntut dan
bertanya apa yang IKADA BALI lakukan pada hal tuntutan dan pertanyaan itu
sesungguhnya kembali kepada diri kita sendiri. Sub Unit adalah IKADA dan IKADA
adalah Sub Unit. Benang merahnya dimana??
Begini. Secara struktural
dan mandatoris memang bahwa di dalam IKADA BALI terdapat kepengurusan. Mulai
dari Ketua Umum, Sekretaris Umum, Bendahara sampai pada Ketua Ketua seksi.
Mereka2 ini bukan berasal dari lembaga out sourching atau LSM yang
independent. Mereka adalah Ketua Sub unit, mereka adalah anggota sub unit,
mereka adalah pendiri sub unit. Mereka adalah orang orang yang loyalis, orang
orang yang merasa terpanggil jiwanya, orang orang yang rela meninggalkan
keluarga, anak istrinya.. Orang orang yang harus mengorbankan materinya demi
orang lain. Lantas, masihkah kita bertanya tentang IKADA BALI?
 |
Bersama istri Netanya Noer Asia dan saudari sepupu Maria Gorety Moi Kedhi usai kegiatan Flobamora di Kuta |
Seiring dengan akan dilakukannya pemilihan pengurus baru
periode 2018 – 2020, semoga IKADA BALI melalui SUB UNIT – SUB UNIT nya semakin
kompak dalam rasa persaudaraan dan perbuatan Kasih yang tanpa syarat. Bagi
saudara sadaraku yang belum terdaftar di Sub Unit, datanglah, carilah,
daftarkanlah diri anda sehingga aspirasi/suara anda bisa tertampung pada
tempatnya serta diakui sebagai bagian dari IKADA BALI.
*)Sekretaris Sub Unit Loka Soa dan Praktisi Pariwisata di Bali.
Posting Komentar
Click to see the code!
To insert emoticon you must added at least one space before the code.