Kemarin, warga Ikada Bali dikejutkan dengan berita kepergianmu yang membuat kami terdiam tak percaya.
Sangka kami...Kenge..begitu sapaan familiarmu...pulang rehat sejenak di kampung halaman.
Kira kami...dengan suasana nyaman bersama orangtua dan keluarga besar serta ditambah lingkungan yang tenang hening..engkau beranjak pulih.
Duga kami....engkau cuma pulang sesaat lalu kembali dengan senyum khasmu menggendong bayi mungilmu yang baru lahir.
Ahhhh Kenge...Pria Bajawa yang selalu senyum dan terkenal sebagai lelaki yang tak bisa marah. Maka tak heran ketika suatu waktu lalu, kami terkejut wajahmu babak belur dipukul orang.
Engkau tak mau berantem..engkau memilih langkah mengalah bukan karena takut. Itulah karaktermu. Itulah pesonamu.
![]() |
Dua putera Vincent Kenge yang masih kecil. Tetap tegar ya Nak. |
Pria pekerja keras. Engkau memilih berbisnis jualan telur dengan pick up hitam yang lalu lalang di jalanan Kota Denpasar ini.....semua tinggal kenangan.
Azi ana kami...Vincent Kenge engkau lebih memilih menghembuskan napas akhirmu di tanah kelahiranmu.
Jadilah pendoa buat istri dan anak-anakmu yang masih berziarah di dunia.
Dalam iman terang kebangkitan Kristus, kami percaya engkau melangkah ke dalam keabadian hidup surgawi.
Selama jalan Saudara Kenge...Peluk cium dan rindu kami kepadamu yang tak bisa dibatasi oleh waktu dan kematian.
Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan batin dan penghiburan. Agus Ongko Lobo, Uwa Fransiscus Bojez Doang
Posting Komentar
Click to see the code!
To insert emoticon you must added at least one space before the code.