GuidePedia

0
Saat pesta demokrasi sudah dimulai
Lagu dan tarian mulai disajikan
Dan bibir sembilu  sudah diasah
Agar tajam dan berdaya membunuh
Dan ingatlah
Ketika perang benar-benar berlumur lendir
Yah, lendir saling menyerang
Lendir saling membenci
Kemanusiaan menjadi tak punya harga

Panggung demokrasi negeri
Bisa menjadi medan perang saudara
Kesantunan bisa tak ada harga
Persahabatan bisa dipatahkan
Karena tahta yang diperebutkan
Harus menjadi milik para pemenang
Meski dengan cara saling  mempecundangi

Ini tahun demokrasi penuh pertempuran
Pesta rakyat yang bisa penuh darah
Sebab untuk sesaat
Kemanusiaan diarahkan untuk biadab
Dan para petarung
Bisa saja menyingkirkan
Rasa hormat menghormati
Meskipun semua tahu batasan
Antara kebaikan dan kebiadaban

Panggung pertarungan telah didirikan
Menjadi tempat untuk menularkan
Teriakan untuk kemenangan
Semua akan berjuang mati-matian
Demi sebuah ujud: Demokrasi!
Demi ujud sakral: Menang!
Meski harus dengan cara mirisan
Yang membunuh karakter kemanusiaan

Di panggung demokrasi ini
Soal rasa cinta bisa diabaikan
Dan Tuhan menjadi rebutan
Tuhan diklaim ramai-ramai
Menjadi milik mereka yang beriman
Dan bukan milik semua orang
Apalagi yang ada di kelompok kafir

Di panggung perebutan tahta
Tuhan digiring ke pusaran duniawi
Untuk berpihak pada kekuatan ragawi
Tuhan menjadi sandaran
Mereka yang punya berjuta suara
Dan mereka yang punya berjuta otot yang liat

Tuhan menjadi sahabat dekat
Mereka yang mengaku agamais
Sambil ramai-ramai memasung-Nya
Yang sesungguhnya Tuhan itu
Tak pernah gila kuasa dan jabatan.***


Denpasar 10 Januari 2017

Posting Komentar

Emoticon
:) :)) ;(( :-) =)) ;( ;-( :d :-d @-) :p :o :>) (o) [-( :-? (p) :-s (m) 8-) :-t :-b b-( :-# =p~ $-) (b) (f) x-) (k) (h) (c) cheer
Click to see the code!
To insert emoticon you must added at least one space before the code.

Aktivitas Warga Ikada Bali

     
    Top