Bersama air mata duka
Yang mengalir dari kepundan
Oh alam yang marah
Sudah terlalu lama
Tanpa persahabatan
Menanti fajar perdamaian
Sambil menghitung serpihan lahar
Yang termuntahkan
Dan sejuta debu panas
Melahap kehidupan
Daun-daun meranggas
Dan ranting-ranting menjerit
Kehidupan telah berubah senyap
Siang mengintip matahari
Adakah kepundan tak lagi marah
Mengirim awan panas ke perkampungan
Dan malam bergelut dalam gelisah
Adakah esok pagi masih bisa bernafas?
Selama bencana belum berujung
Daun-daun mendesah
Menyatu dengan bait-bait doa
Tuhan, sampai kapan
Bukit dan gunung kembali bersahaja?
Titipkan jawabMu
Pada daun-daun yang masih mendesah.***
Posting Komentar
Click to see the code!
To insert emoticon you must added at least one space before the code.