GuidePedia

0

Dan ini benar-benar kisah di negeri kita. Yah, negeri kita, bukan negeri orang lain.Para garong berkeliaran di gedung-gedung megah. Gedung yang kita beri label terhormat. Gedung rakyat, gedung keadilan, gedung hukum, gedung kebudayaan, gedung pertanian, gedung perhubungan. Puehhh, benar-benar gedung megah tanpa sepotong pun tai tikus.

Para garong berdasi bahkan berhijab berkeliaran di gedung-gedung milik rakyat, yang dibangun dengan pajak yang diperas dari keringat rakyat. Para garong ada yang diangkat oleh negara melalui seleksi yang ketat, melalui testing penerimaan pegawai, yang diberi jabatan untuk mengurus tatalaksana daerah, juga untuk mengurus proyek yang berbiaya uang rakyat. Duduk di kursi jabatan di gedung-gedung tanpa sepotong pun tai kelelawar.

Para garong juga hasil pilihan kami rakyat pada perhelatan berlabel pesta demokrasi. Entah melalui pemilihan gubernur, bupati atau walikota. Kami tentu tidak salah pilih. Kami rakyat terkesima dan terenjoy-enjoy serta terhipnotis oleh janji-janji manis semanis hati. Kami rakyat yang pernah digiringnya ke lapangan bola kaki untuk mendengar kampanyemu dengan balas jasa cukup satu bungkus nasi. Para garong yang saat kampanye berwajah malekat, sangat santun bahkan nyaris menjadi orang kudus.

Para garong yang berlepotan buih ludah atas janji untuk berantas korupsi saat kampanye. Eeee....setelah duduk di kursi empuk jadi garong. Tertangkap tangan pada operasi tangkap tangan lalu digelandang ke gedung Komisi Pemberantasan Korupsi. Lalu para garong itu senyum-senyum di hadapan wartawan. Lalu mereka melambaikan tangan. Lalu mereka seperti tak berdosa melangkah dengan angkuhnya sambil memberikan keterangan pers: Aku tak bersalah.

Kamu para garong yang megap-megap bersaksi sumpah tak bersalah saat sudah tertangkap, saat dihadapkan ke pengadilan, lalu terbukti makan uang rakyat. Lalu masuk bui. Pueh...kamu semua para garong yang telah bekin bodoh rakyat. Kamu tipu kami seenaknya saja. Air ludah kami para rakyat mungkin tak pernah kering meludahi kalian yang mengkhianati kami. Yah, kekuasaan kami hanyalah sebatas meludahimu, setelah itu kami diam dan menyerahkanmu pada hukum yang berlaku di negeri kita ini.

Kami para rakyat rajin berdoa, agar setelah hari ini ada garong, maling, pencuri uang rakyat ditangkap, besok tak ada lagi. Tapi kami tetap tidak percaya. Para garong berdasi dan berhijab masih tetap akan lahir dan lahir lagi. Sebab kalian pernah membayar mahar sangat mahal hanya untuk mendapatkan sebuah kursi kehormatan. Kami hanya berharap, jangan jual agama untuk kepentinganmu. Jaga bangsa ini, jaga agamamu. Jangan lacuri negeri ini dengan buih-buih ketamakan dan kerakusanmu. Lihat, saudaramu di Asmat sana, mati busung lapar. Karena uang kamu korup untuk kenikmatan tubuh dan jiwamu. Puehh....dasar garong.***Denpasar 24 Januari 2018

x

Posting Komentar

Emoticon
:) :)) ;(( :-) =)) ;( ;-( :d :-d @-) :p :o :>) (o) [-( :-? (p) :-s (m) 8-) :-t :-b b-( :-# =p~ $-) (b) (f) x-) (k) (h) (c) cheer
Click to see the code!
To insert emoticon you must added at least one space before the code.

Aktivitas Warga Ikada Bali

 
Top