GuidePedia

0
Proses politik pemilu gubernur wakil gubernur NTT sudah dimulai. Hari ini Senin (8/1/18) pasangan calon gubernur wakil gubernur Esthon -Chris telah mendaftar di KPUD NTT. Esok dan lusa dipastikan pasangan calon lainnya akan melakukan hal yang sama.
Sampai sekarang ada empat paket calon yang diusung gabungan partai politik. Mereka adalah pasangan Esthon Foenay - Christian Rotok, pasangan Marianus Sae - Emilia, pasangan Victor Bungtilu Laiskodat - Joseph Naesoi dan pasangan Beny K Harman - Beny Litelnoni.

Kaya Pengalaman
Keempat pasangan calon gubernur calon wakil gubernur NTT ini kaya dengan pengalaman baik sebagai birokrat maupun legislatif. Esthon adalah mantan birokrat di pemerintahan provinsi NTT. Jabatan terakhir adalah Kepala Bappeda NTT. Kemudian terpilih sebagai wakil Gubernur berpasangan dengan Frans Leburaya di lima tahun periode pertama. Sedangkan Christian Rotok sebelum dipercayakan sebagai bupati Manggarai dua periode juga pernah memangku jabatan birokrat di Pemkab Manggarai.
Sosok Marianus Sae adalah pengusaha yang kemudian terjun ke panggung politik. Pada Pilkada Ngada 2010 ia terpilih sebagai Bupati Ngada berpasangan dengan Paulus Soliwoa sebagai wakil. Pada Pilkada Ngada 2005 Marianus kembali terpilih juga berpasangan dengan Paulus Soliwoa sebagai wakil. Sedangkan Emilia adalah aktivis LSM yang terjun ke panggung politik. Ia pernah duduk di DPRD NTT.
Figur Viktor Laiskodat dikenal sebagai pengusaha sukses. Ia pernah menjadi calon gubernur NTT namun kalah tipis dari pasangan Piet A Tallo - Frans Leburaya. Saat ini Laiskodat adalah anggota DPR RI yang dikenal cukup vokal. Sedangkan Joseph Naesoi sudah malang melintang di panggung politik. Ia beberapa periode duduk di DPR RI.
Sementara sosok Beny Kabur Harman juga tak asing bagi masyarakat NTT. Ia dikenal cukup vokal dalam kapasitasnya sebagai anggota DPR RI. Sedangkan pasangannya Beny Litelnoni adalah mantan Wakil Bupati Timor Tengah Selatan yang kemudian terpilih sebagai wakil gubernur NTT berpasangan dengan Frans Leburaya. Jadi kalau dilihat dari rekam jejak mereka adalah putra putri NTT yang punya pengalaman untuk memimpin NTT.

Aset NTT dan Indonesia
Delapan putra putri NTT. ini tentu merasa terpanggil untuk mengabdi di NTT ini sebagai gubernur dan wakil gubernur. Maka mereka berani meninggalkan zona nyaman dan masuk ke arena yang sesungguhnya tidak memberi kenyamanan. Bahkan mereka harus mengorbankan waktu, tenaga, pikiran, perasaan, bahkan harta benda.
Mereka adalah orang- orang yang berani meninggalkan kepentingan pribadi untuk masuk ke dalam sebuah wilayah dimana kepentingan pribadi disita untuk kepentingan umum. Mereka tidak memperjuangkan kesejahteraan pribadi tetapi kesejahteraan umum.
Memang harus diakui bahwa Pilkada atau Pilgub adalah perhelatan politik sehingga perlu ada jurus-jurus politis untuk memperoleh simpatik dan kemenangan. Tim sukses atau tim pemenangan tentu telah merancang strategi pemenangan itu. Mereka tahu jurus politis macam apa dimainkan demi sebuah ujud: MENANG.
Namun belajar dari pengalaman Pilkada atau Pilgub yang lalu-lalu masih ada strategi atau jurus yang dipakai terkesan tradisional. Seperti menebarkan teror, fitnah, kampanye hitam, penghinaan dan lain-lain cara "hitam" dan negatif. Maka mesti ada komitmen dari semua pihak untuk menggelar sebuah pesta demokrasi yang cerdas dan berwibawa, bermoral dan manusiawi, penuh persaudaraan dan saling menghargai.
Perlu Komitmen untuk menerima beda pendapat, beda pilihan, beda cara mencapai kemenangan tanpa saling membunuh karakter para kandidat. Ingat,mereka aset NTT dan Indonesia. Beda pilihan YES, pembunuhan karakter NO!***Denpasar 8/1/18.

Posting Komentar

Emoticon
:) :)) ;(( :-) =)) ;( ;-( :d :-d @-) :p :o :>) (o) [-( :-? (p) :-s (m) 8-) :-t :-b b-( :-# =p~ $-) (b) (f) x-) (k) (h) (c) cheer
Click to see the code!
To insert emoticon you must added at least one space before the code.

Aktivitas Warga Ikada Bali

 
Top